Kenapa Data Google Analytics dan AdSense Tidak Pernah Sama
Tayangan halaman di Google Analytics dan di AdSense hampir tidak pernah sama, padahal keduanya milik Google dan membaca situs yang sama. Selisih itu wajar dan tidak perlu diperbaiki. Yang perlu diperhatikan adalah saat jaraknya tiba-tiba berubah.
Keduanya menghitung hal yang berbeda
Analytics mencatat kunjungan saat skrip Analytics di halaman berjalan. AdSense mencatat tayangan halaman saat kode iklan di halaman itu dimuat. Dua skrip berbeda, dimuat pada waktu berbeda, dan bisa dihentikan oleh hal yang berbeda. Hasilnya dua angka yang sama-sama benar untuk yang diukurnya masing-masing.
Sebab selisih yang paling umum
- Halaman tanpa iklan. Beranda, halaman kontak, atau halaman yang sengaja tidak dipasangi iklan tetap dihitung Analytics tapi tidak dihitung AdSense.
- Pemblokir iklan dan pemblokir pelacak. Sebagian memblokir iklan saja, sebagian memblokir Analytics juga, sebagian keduanya. Porsinya berbeda, jadi selisihnya tidak bisa ditebak.
- Pembaca yang pergi sebelum semua skrip termuat. Koneksi lambat dan pembaca yang cepat kembali membuat salah satu skrip sempat tercatat dan yang lain tidak.
- Persetujuan cookie. Kalau situs Anda menampilkan pesan persetujuan, pilihan pembaca bisa memengaruhi pencatatan di masing-masing alat secara berbeda.
- Zona waktu dan batas hari. Kalau zona waktu di kedua akun berbeda, “hari ini” di Analytics tidak sama dengan “hari ini” di AdSense.
- Penyaringan trafik. Keduanya menyaring kunjungan otomatis dengan caranya sendiri.
Angka mana untuk apa
- Menghitung penghasilan dan RPM: pakai angka AdSense. RPM dari tayangan Analytics dibagi penghasilan AdSense akan selalu keliru. Rumusnya di berapa penghasilan AdSense per 1000 view.
- Memahami pembaca: pakai Analytics. Dari mana mereka datang, halaman apa yang dibaca, berapa lama.
- Memahami trafik dari pencarian: pakai Search Console, yang mengukur tampilan dan klik di hasil pencarian sebelum pembaca sampai ke situs.
Yang dipantau: jaraknya
Karena selisihnya selalu ada, gunanya membandingkan kedua alat bukan untuk membuat angkanya sama, tapi untuk melihat apakah perbandingannya bergeser. Hitung sederhana: tayangan halaman AdSense dibagi tayangan halaman Analytics, untuk periode yang sama.
Kalau selama beberapa bulan hasilnya kurang lebih tetap, itulah angka normal situs Anda — berapa pun nilainya. Catat, lalu periksa lagi sesekali.
Contoh hitungan selisih
Cara paling sederhana memakai perbandingan ini: hitung rasio tayangan halaman AdSense dibagi tayangan halaman Analytics, untuk periode yang sama.
Bulan pertama. Analytics 10.000 tayangan halaman, AdSense 8.400. Rasionya 0,84 — artinya sekitar 16% kunjungan tidak sampai memuat iklan. Wajar.
Bulan kedua. Analytics 11.000, AdSense 9.100. Rasionya 0,83. Hampir sama, jadi tidak ada yang perlu dikerjakan.
Bulan ketiga. Analytics 10.500, AdSense 5.900. Rasionya turun ke 0,56. Inilah yang perlu diperiksa — pembacanya tidak berkurang, tapi iklan berhenti dimuat di sebagian besar kunjungan.
Perhatikan bahwa angka mentahnya tidak memberi tahu apa-apa. Yang bercerita adalah rasionya, dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Karena itu catat angka ini sebulan sekali; lima menit tiap bulan cukup.
Kalau rasio Anda ternyata di atas 1 — AdSense mencatat lebih banyak daripada Analytics — jangan senang dulu. Itu justru pola yang paling perlu ditelusuri, karena berarti kode iklan Anda dimuat di tempat yang tidak tercatat Analytics.
Tiga alat, tiga sudut pandang
Kebingungan angka biasanya hilang begitu jelas alat mana mengukur bagian mana dari perjalanan pembaca:
- Search Console mengukur yang terjadi di hasil pencarian: berapa kali halaman Anda tampil, dan berapa yang diklik. Pembaca belum sampai ke situs.
- Analytics mengukur yang terjadi di situs: halaman apa yang dibuka, dari mana datangnya, berapa lama dibaca.
- AdSense mengukur yang terjadi pada iklan: halaman beriklan yang terbuka, tayangan iklan, klik, dan penghasilan.
Jadi urutannya: klik di Search Console seharusnya mendekati kunjungan dari pencarian di Analytics, dan tayangan halaman Analytics seharusnya lebih besar daripada tayangan halaman AdSense. Kalau urutan itu terbalik di data Anda, ada yang salah pada pemasangan salah satu alatnya, bukan pada situsnya.
Beberapa langkah kecil membuat selisihnya jauh lebih stabil dan enak dibaca: samakan zona waktu di ketiga akun, saring kunjungan Anda sendiri dari Analytics supaya membuka situs sendiri tidak ikut terhitung, dan selalu bandingkan tayangan halaman dengan tayangan halaman — bukan dengan sesi atau pengguna, yang menghitung hal berbeda.
Kapan selisihnya perlu diperiksa
- AdSense turun tajam, Analytics tetap. Pembaca masih datang tapi iklan tidak lagi dimuat. Paling sering karena kode iklan hilang setelah mengganti tema atau memasang plugin optimasi. Urutan memeriksanya di iklan AdSense tidak muncul.
- Analytics turun tajam, AdSense tetap. Biasanya skrip Analytics yang hilang, bukan pembacanya. Periksa kodenya sebelum menyimpulkan trafik jatuh.
- AdSense jauh di atas Analytics, dan makin melebar. Ini yang paling perlu diperhatikan: kode iklan Anda mungkin dimuat di tempat yang tidak tercatat Analytics — domain lain yang menyalin halaman Anda, atau kunjungan yang bukan manusia. Lihat situs tidak dikenal di AdSense dan invalid traffic AdSense.
Kalau tidak memakai Analytics
Analytics tidak wajib untuk AdSense, dan sebagian penerbit memang memilih tidak memakainya — satu skrip pelacak lebih sedikit berarti halaman sedikit lebih ringan. Kalau itu pilihan Anda, dua sumber ini sudah cukup untuk mengambil keputusan sehari-hari:
- Search Console untuk mengetahui dari kueri apa pembaca datang, halaman mana yang naik, dan mana yang turun. Gratis, tidak menambah skrip apa pun ke situs, dan datanya langsung dari sumbernya.
- Laporan AdSense per halaman untuk mengetahui halaman mana yang benar-benar menghasilkan.
Yang hilang tanpa Analytics adalah perilaku pembaca di dalam situs: berapa lama dibaca, halaman apa yang dibuka berikutnya, dan berapa banyak yang datang dari media sosial. Berguna, tapi bukan syarat untuk memasang iklan — dan bukan sesuatu yang dinilai saat peninjauan, seperti dibahas di syarat diterima Google AdSense.
Soal menghubungkan keduanya
AdSense dan Analytics bisa dihubungkan sehingga data penghasilan tampil di laporan Analytics. Ini berguna untuk melihat halaman atau sumber pembaca mana yang menghasilkan lebih banyak. Tapi menghubungkan tidak membuat angka tayangannya menjadi sama — kedua skrip tetap mencatat dengan caranya sendiri.
Batas yang jujur
Cara Analytics dan AdSense mencatat, menyaring, dan menampilkan data diperbarui dari waktu ke waktu, dan besar selisih yang wajar berbeda untuk tiap situs. Tidak ada angka selisih yang “benar” untuk semua orang. Yang bisa diandalkan hanyalah pembanding dari situs Anda sendiri.
Bacaan lanjutan
Layanan ini tidak berafiliasi dengan Google. AdSense adalah merek dagang Google LLC. Nama menu, ketentuan program, dan tampilan akun dapat berubah sewaktu-waktu — selalu ikuti keterangan yang tampil di akun Anda dan pusat bantuan resmi AdSense.