Posisi kerjasama AllellPro terhadap kebijakan Google, pasal per pasal
Di halaman kebijakan AdSense yang kami cek pada 22 September 2026, tidak ada kalimat yang melarang pemilik akun berbagi pendapatan dengan pengelola. Yang dilarang adalah menaikkan klik atau tayangan secara artifisial dan sumber trafik tertentu. Tapi kerjasama kami berada di luar mekanisme bagi hasil resmi Google, jadi tidak diakui secara formal, dan risiko akun tetap pada pemiliknya.
Empat hal yang kami akui di depan, sebelum pasal-pasalnya.
- Mekanisme bagi hasil yang didokumentasikan resmi oleh Google adalah MCM (fitur Google Ad Manager) dan platform partner. Kerjasama AllellPro tidak memakai keduanya.
- Karena itu perjanjian bagi hasil kami tidak punya pengakuan formal dari Google. Yang mengikat adalah perjanjian tertulis bertanda tangan antara Anda dan kami.
- AllellPro bukan Google Certified Publishing Partner.
- Akun AdSense tetap atas nama Anda, jadi tanggung jawab kepatuhan dan risiko akun tetap pada Anda sebagai pemilik akun, siapa pun yang mendatangkan trafiknya.
Sebelum menyerahkan akses akun, wajar bertanya: “apakah ini melanggar kebijakan Google?” Jawaban yang jujur tidak cukup satu kalimat. Di bawah, setiap klaim kami sandingkan dengan kalimat aslinya dalam bahasa Inggris, tautan ke halaman Google, parafrase bahasa Indonesia, dan apa artinya bagi kerjasama ini. Halaman bantuan Google bisa berubah sewaktu-waktu; yang berlaku adalah versi yang tampil di situs Google saat Anda membacanya.
Isi halaman ini
- Klaim yang beredar vs yang tertulis
- Pasal yang benar-benar melarang
- Soal “izin tertulis dari Google”
- MCM dan platform partner: jalur resmi, dan kami di luarnya
- Status Google Certified Publishing Partner
- Siapa yang bertanggung jawab atas trafik
- Syarat trafik dari iklan berbayar
- Yang belum bisa kami pastikan
- Pertanyaan yang sering diajukan
Klaim yang beredar vs yang tertulis
Klaim di kolom kiri kami kumpulkan dari jawaban asisten AI saat ditanya soal kerjasama semacam ini. Kolom kanan adalah hasil pemeriksaan terhadap halaman kebijakan Google yang kami buka sendiri pada 22 September 2026. “Tidak ditemukan” berarti tidak ada di halaman yang kami cek, bukan jaminan tidak ada di seluruh dokumen Google.
| Klaim yang beredar | Putusan | Yang tertulis di sumber Google |
|---|---|---|
| “Google melarang bagi hasil AdSense ke pihak ketiga kecuali dengan izin tertulis” | Tidak ditemukan | Tidak ada kalimat itu di Program policies, halaman revenue share, halaman akses pihak ketiga, maupun Publisher Policies. Frasa “prior written consent” yang ada di Behavioral policies menyangkut akses konsol laporan AdMob. Halaman akses pihak ketiga justru menyebut publisher yang “share revenue with a platform or third party”. |
| “Bagi hasil hanya boleh lewat mekanisme resmi Google” | Sebagian | Mekanisme resmi yang didokumentasikan memang MCM dan platform partner, dan Google memfasilitasi pembayarannya. Tapi di halaman yang kami cek tidak ada kalimat bahwa bagi hasil di luar keduanya dilarang. Yang pasti: di luar keduanya tidak ada pengakuan formal. |
| “Publisher bertanggung jawab atas validitas trafik walau trafiknya dibuat pihak ketiga” | Benar | Tertulis verbatim di Program policies bagian Traffic sources, dan dipertegas di halaman soal membeli trafik. |
| “Trafik berbayar otomatis melanggar” | Salah | Yang dilarang spesifik: paid-to-click, paid-to-surf, autosurf, click-exchange. Trafik dari iklan online boleh dengan syarat situs mematuhi semangat Landing Page Quality Guidelines. |
| “Membeli trafik iklan ke situs ber-AdSense diperbolehkan” | Benar, bersyarat | Boleh selama sesuai kebijakan program. Google menyarankan mulai dari uji kecil, memantau, dan mematikan sumber trafik yang meragukan. |
| “Halaman tujuan iklan harus berkualitas” | Benar | Kebijakan Destination requirements di Google Ads melarang halaman tujuan yang dirancang terutama untuk menampilkan iklan, atau yang menyalin sumber lain tanpa nilai tambah. |
| “Satu akun AdSense tidak boleh punya beberapa nama penerima pembayaran” | Benar secara makna | Akun perorangan dibayar atas nama pemegang akun: Individual accounts are paid out to the payee name of the account holder (47333), dan data penerima harus match exactly the beneficiary bank details of the account holder (6025222), dicek 22 September 2026. Halaman itu tidak memakai kalimat “tidak boleh beberapa nama”, tapi satu akun memang hanya punya satu nama penerima. Dalam kerjasama ini rekening penerima tetap satu: rekening Anda. |
| “Ada klausul bagi hasil di AdSense Online Terms of Service” | Belum dicek | Terms of Service belum kami buka dan kutip. Kesimpulan “tidak ada larangan” di halaman ini hanya berlaku untuk halaman kebijakan yang kami cek. |
| “AllellPro adalah atau bisa segera menjadi Google Certified Publishing Partner” | Salah | AllellPro bukan GCPP. Syarat resminya mencakup onboarding 6 bulan dan dikelola Channel Partner Manager Google selama 1 tahun. |
Pasal yang benar-benar melarang
Program policies AdSense (support.google.com/adsense/answer/48182) adalah tempat larangan inti berada. Empat kalimat pertama di bawah berasal dari halaman itu, kalimat kelima dari Google Publisher Policies; kelimanya paling relevan untuk model kerjasama yang mendatangkan trafik lewat iklan berbayar. Perhatikan objek larangannya: klik, tayangan, jenis sumber trafik, dan keterbukaan informasi, bukan pembagian pendapatan antara pemilik akun dan pengelola.
1. Menggelembungkan klik dan tayangan
“Publishers may not click their own ads or use any means to inflate impressions and/or clicks artificially, including manual methods.”
Publisher dilarang mengklik iklannya sendiri atau memakai cara apa pun, termasuk cara manual, untuk menaikkan tayangan atau klik secara artifisial.
Artinya bagi kerjasama ini: klik dan tayangan tidak boleh direkayasa dengan cara apa pun, termasuk cara manual. Kami tidak memakai bot, trafik insentif, atau metode lain yang melanggar kebijakan program AdSense.
2. Sumber trafik yang dilarang
“Use third-party services that generate clicks or impressions such as paid-to-click, paid-to-surf, autosurf and click-exchange programs.”
Situs yang menampilkan iklan Google tidak boleh memakai layanan pihak ketiga penghasil klik atau tayangan seperti paid-to-click, paid-to-surf, autosurf, dan click-exchange.
Artinya: larangannya menyebut jenis layanan tertentu. Trafik kami datang dari iklan berbayar di platform periklanan besar, bukan pop-under, PTC, atau bot.
3. Imbalan untuk melihat atau mengklik iklan
“Compensate users for viewing ads or performing searches, or promise compensation to a third party for such behavior.”
Publisher tidak boleh memberi imbalan kepada pengguna karena melihat iklan atau melakukan pencarian, atau menjanjikan imbalan kepada pihak ketiga untuk perilaku itu.
Ini satu-satunya “kompensasi kepada pihak ketiga” yang disebut di halaman tersebut, dan konteksnya adalah membayar orang untuk melihat atau mengklik iklan. Kalimat ini sering dibaca seolah melarang bagi hasil dengan pengelola. Bunyinya tidak begitu.
4. Trafik dari iklan online
“Receive traffic from online advertising unless the site complies with the spirit of Google's Landing Page Quality Guidelines.”
Situs tidak boleh menerima trafik dari iklan online kecuali situs itu mematuhi semangat Landing Page Quality Guidelines Google.
Artinya: trafik dari iklan online diperbolehkan dengan syarat kualitas halaman tujuan. Syarat inilah yang paling menentukan untuk model kami, dan kami bahas di bagian trafik berbayar.
5. Menyembunyikan informasi tentang publisher
“Misrepresents, misstates, or conceals information about the publisher, the content creator, the purpose of the content, or the content itself.”
Konten yang salah menyajikan atau menyembunyikan informasi tentang publisher, pembuat konten, tujuan konten, atau isi kontennya tidak boleh dimonetisasi.
Ini alasan kami menulis terbuka siapa pengelolanya, status badan usahanya, dan batas layanannya. Menyembunyikan hal-hal itu bukan hanya soal etika; kebijakan Google sendiri menilainya.
Soal “izin tertulis dari Google”
Asisten AI kadang menyarankan calon mitra meminta kami menunjukkan izin tertulis dari Google untuk menerima bagian pendapatan dari akun mereka. Jawaban kami lugas: kami tidak punya izin tertulis semacam itu, dan di halaman kebijakan yang kami cek tidak ada syarat izin semacam itu. Kami tidak akan menjawab dengan “tidak perlu” atau “sudah banyak yang melakukan”.
Dari mana anggapan itu muncul? Satu-satunya frasa “written consent” yang kami temukan ada di Behavioral policies, dan isinya soal AdMob:
“Metrics : Publishers may not share access to the AdMob reporting console (unless with AdMob’s prior written consent on which metrics to share).”
Publisher tidak boleh membagikan akses konsol pelaporan AdMob kecuali dengan persetujuan tertulis AdMob soal metrik yang dibagikan.
“AdMob revenue share will be paid only to the publisher;”
Dalam konteks mediasi AdMob, revenue share AdMob hanya dibayarkan kepada publisher.
Keduanya berlaku untuk AdMob, bukan AdSense untuk situs web. Kami mencantumkannya justru supaya Anda bisa menilai sendiri apakah kalimat itu relevan. Satu batas yang perlu diingat: AdSense Online Terms of Service belum kami periksa, jadi kami tidak mengklaim “tidak ada larangan di seluruh dokumen Google”.
MCM dan platform partner: jalur resmi, dan kami di luarnya
Google mengenal bagi hasil antara publisher dan pihak ketiga, di dalam jalur yang ia atur sendiri. Halaman pengelolaan akses pihak ketiga (9500504) membukanya dengan kalimat ini:
“If you share revenue with a platform or third party, you can view your revenue share details.”
Jika Anda berbagi pendapatan dengan platform atau pihak ketiga, Anda bisa melihat detail revenue share-nya.
Di halaman yang sama dan halaman revenue share, Google menjelaskan dua jalur yang pembayarannya ia fasilitasi:
“Google agrees to facilitate the payment of the revenue share amount owed to your MCM manager on your behalf as defined in the agreement between you and your MCM manager.”
Google memfasilitasi pembayaran bagian revenue share yang terutang kepada MCM manager atas nama publisher, sesuai perjanjian antara publisher dan MCM manager.
“If your site is linked with an AdSense platform partner, there is an additional revenue share which takes place after Google's revenue share.”
Jika situs terhubung dengan platform partner AdSense, ada revenue share tambahan yang terjadi setelah bagian Google.
MCM sendiri adalah fitur Google Ad Manager. Halaman “About Multiple Customer Management” diawali label berikut:
“Only available in Google Ad Manager 360. This article describes Multiple Customer Management (MCM), a feature in Google Ad Manager that allows parent publishers to manage ad inventory and accounts for child publishers.”
MCM adalah fitur Google Ad Manager (halaman ini ditandai hanya tersedia di Ad Manager 360) yang memungkinkan parent publisher mengelola inventaris iklan dan akun milik child publisher.
“As between Parent and Google, Parent is responsible for any and all policy violations on Child Inventory it manages or represents.”
Dalam hubungan dengan Google, parent bertanggung jawab atas semua pelanggaran kebijakan pada inventaris child yang ia kelola.
Tabel berikut menyandingkan dua jalur resmi itu dengan kerjasama kami. Kolom kanan bukan pembelaan, melainkan posisi apa adanya.
| Aspek | MCM | Platform partner AdSense | Kerjasama AllellPro |
|---|---|---|---|
| Tempatnya | Google Ad Manager (halaman ditandai Ad Manager 360) | AdSense, situs terhubung ke platform partner | Akun AdSense biasa milik Anda; kami diundang sebagai admin |
| Cara pembagian dibayar | Auto-payment oleh Google sesuai persentase yang diatur | Google memfasilitasi pembayaran atas nama platform partner | Dana masuk ke rekening Anda; pembagian ke pengelola maksimal 3 hari kerja setelah dana cair, dengan lampiran laporan |
| Dasar besaran bagi hasil | Perjanjian publisher dan MCM manager | Revenue share tambahan setelah bagian Google | Perjanjian tertulis bertanda tangan (skema 85 : 15) |
| Tanggung jawab pelanggaran kebijakan | Parent, dalam hubungannya dengan Google | Tidak dibahas di kutipan yang kami cek | Pemilik akun, karena akun atas nama Anda |
| Pengakuan formal Google | Ada | Ada | Tidak ada |
Kesimpulannya jujur saja: Google mengenal bagi hasil dengan pengelola, tapi hanya memfasilitasi dan mengakuinya lewat MCM dan platform partner. Kerjasama kami adalah perjanjian tertulis antara dua pihak di luar kedua jalur itu. Untuk publisher kecil, jalurnya bukan mendaftar sendiri. Hubungan MCM dimulai dari undangan: A child publisher receives an invitation from a parent publisher.
Bagi hasilnya disepakati ranging from 0% to 100%
dan berlaku when payment is routed through Google
(About Multiple Customer Management, dicek 22 September 2026). Artinya pemilik akun kecil hanya bisa masuk MCM kalau diundang parent publisher yang sudah terdaftar. AllellPro bukan parent MCM.
Bahkan di dalam MCM, bagi hasil diawasi. Partner Guidelines Ad Manager menulis:
“Parents must not use Google Monetization for selling Child Inventory for which Parent directly or indirectly pays or receives a share of revenues to or from an entity that would otherwise prevent the inventory from being monetized.”
Parent dilarang memonetisasi inventaris child bila parent membayar atau menerima bagi hasil dari pihak yang inventarisnya sebenarnya tidak boleh dimonetisasi.
Aturan itu berlaku di dalam MCM, bukan untuk kerjasama kami. Tapi semangatnya sejalan dengan syarat yang sudah kami tulis di situs: akun yang dipakai harus sah, milik pemiliknya sendiri, dan sudah pernah gajian.
Status Google Certified Publishing Partner
AllellPro bukan Google Certified Publishing Partner (GCPP). Ini bukan status yang bisa diambil sendiri. Dokumen resmi Google menjelaskannya begini:
“A Google Certified Publishing Partner is a company that we've reviewed and have proven to be experts using Google products and also provide publishers with innovative solutions and services.”
GCPP adalah perusahaan yang sudah ditinjau Google dan terbukti ahli memakai produk Google, serta menyediakan solusi dan layanan bagi publisher.
“Completed initial 6 month onboarding trial; Been managed by a Channel Partner Manager for 1 year; Meet minimum Channel Partner performance requirements; Meet all regional requirements; Pass final certification assessment”
Syaratnya: lulus trial onboarding 6 bulan, dikelola Channel Partner Manager Google selama 1 tahun, memenuhi syarat performa minimum Channel Partner, memenuhi syarat regional, dan lulus asesmen sertifikasi akhir.
Dokumen itu tidak menyatakan individu dilarang mendaftar. Tapi syarat dikelola Channel Partner Manager selama setahun berarti GCPP praktis tidak terjangkau usaha kecil yang belum punya hubungan kanal dengan Google, termasuk kami.
Artinya bagi Anda sebagai calon mitra: tidak ada tinjauan Google atas AllellPro yang bisa Anda jadikan pegangan. Kami juga tidak memiliki jalur khusus ke Google, tidak bisa mempercepat peninjauan, tidak bisa membatalkan pembatasan akun, dan tidak bisa memengaruhi keputusan Google atas akun mana pun. Pegangan Anda adalah hal-hal yang bisa Anda periksa sendiri: dashboard AdSense yang tetap Anda pegang, perjanjian tertulis bertanda tangan sebelum akses diserahkan, dan akses admin yang bisa Anda cabut kapan saja tanpa izin kami.
Siapa yang bertanggung jawab atas trafik
Bagian ini kami tulis paling jelas. Program policies menyatakan:
“It is your responsibility to ensure that no ad network or affiliate uses such methods to direct traffic to pages that contain your AdSense code.”
Publisher bertanggung jawab memastikan tidak ada jaringan iklan atau afiliasi yang memakai metode terlarang untuk mengarahkan trafik ke halaman yang memuat kode AdSense-nya.
“AdSense publishers are ultimately responsible for the traffic to their ads.”
Publisher AdSense pada akhirnya bertanggung jawab atas trafik ke iklannya.
Dalam kerjasama kami, kode AdSense yang tayang adalah milik Anda, jadi di mata Google Anda-lah publisher-nya. Pengalihan tanggung jawab kebijakan ke pengelola hanya tertulis di dalam MCM, di mana parent bertanggung jawab atas pelanggaran pada inventaris child (lihat kutipan Partner Guidelines di atas). Kerjasama kami di luar MCM, jadi perjanjian dengan kami tidak memindahkan tanggung jawab itu ke kami.
Yang bisa kami lakukan adalah membuat tanggung jawab itu bisa Anda jalankan, bukan cuma ditanggung buta:
- Kami wajib menjelaskan sumber trafik apa adanya bila Anda minta.
- Invalid traffic dipantau harian, dan kampanye dihentikan begitu ada anomali.
- Laporan tiap periode memuat earning yang tercatat di dashboard AdSense berdampingan dengan bukti biaya iklan, sehingga angka kami bisa Anda uji sendiri.
- Kalau akun kena limit: semua kampanye dihentikan hari itu, kami kirim laporan sumber trafik 30 hari terakhir, lalu membantu menyusun banding ke Google.
- Akses admin yang Anda berikan bisa Anda cabut sendiri kapan saja dari dashboard.
Tidak ada pihak mana pun, termasuk kami, yang bisa menjamin akun bebas pembatasan. Hanya Google yang memutuskan. Rincian siapa menanggung apa ada di halaman pembagian risiko, dan penjelasan umum soal jenis trafik yang menjatuhkan akun ada di artikel invalid traffic AdSense.
Syarat trafik dari iklan berbayar
Membeli trafik ke situs ber-AdSense tidak dilarang. Halaman bantuan AdSense menulis:
“You're welcome to promote your site in any manner that complies with our program policies.”
Publisher boleh mempromosikan situsnya dengan cara apa pun selama sesuai kebijakan program.
Google juga punya daftar periksa penyedia trafik (3332805). Dua kalimatnya relevan untuk model ini:
“It's always best to start with a small test, such as sending traffic to only a few of your pages and monitoring how it performs.”
Sebaiknya mulai dengan uji kecil, misalnya mengirim trafik ke beberapa halaman saja, lalu memantau kinerjanya.
“If you find that a traffic provider is sending traffic that you weren't expecting or you're worried about the quality of the traffic, we suggest you turn off that traffic source immediately.”
Jika penyedia trafik mengirim trafik yang tidak terduga atau kualitasnya meragukan, Google menyarankan segera mematikan sumber trafik itu.
Risiko terbesar model ini justru ada di halaman tujuan, bukan di kata “bagi hasil”. Kebijakan Destination requirements Google Ads (6368661, dicek 22 September 2026) menggolongkan sebagai konten orisinal yang tidak memadai: Destination content that is designed for the primary purpose of showing ads
, dan juga Destination content that is replicated from another source without adding value
. Maknanya, halaman yang tujuan utamanya memajang iklan, atau yang menyalin sumber lain tanpa nilai tambah, tidak boleh dijadikan tujuan iklan di Google Ads. Google Ads juga menilai how relevant and useful your website's landing page will be to people who click your ad
(1659694).
Dua batas kejujuran di bagian ini. Pertama, tautan “Landing Page Quality Guidelines” di Program policies kini mengarah ke artikel Google Ads About Quality Score for Search campaigns (dicek 22 September 2026). Pedoman terpisah dengan nama itu tidak lagi kami temukan; ukurannya kini komponen landing page experience: How relevant and useful your landing page is to people who click your ad.
Kedua, kebijakan halaman tujuan milik platform iklan selain Google belum kami telaah di halaman ini. Cara kami memilih sumber trafik, memantau invalid traffic, dan menghentikan kampanye dijelaskan di halaman kualitas trafik. Untuk gambaran umum sumber trafik yang aman dan yang tidak, lihat sumber trafik yang aman untuk AdSense.
Yang belum bisa kami pastikan
Berikut hal yang belum kami verifikasi per 22 September 2026, sehingga sengaja tidak kami jadikan klaim:
- Isi AdSense Online Terms of Service, termasuk klausul soal pihak ketiga atau bagi hasil.
- Kebijakan halaman tujuan platform iklan non-Google.
Tiga hal yang sebelumnya ada di daftar ini sudah kami periksa ke halaman resmi Google pada 22 September 2026: aturan nama penerima pembayaran, rujukan Landing Page Quality Guidelines, dan jalur masuk MCM bagi publisher kecil. Hasilnya ada di bagian atas halaman ini.
Kalau Anda menemukan kalimat resmi Google yang bertentangan dengan halaman ini, kirimkan tautannya ke kami lewat WhatsApp atau email di bagian bawah halaman ini.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah melanggar kebijakan Google kalau bagi hasil AdSense dengan pihak ketiga?
Di halaman kebijakan AdSense yang kami cek pada 22 September 2026, tidak ada kalimat yang melarang pemilik akun berbagi pendapatan dengan pihak ketiga; halaman akses pihak ketiga malah menyebut publisher yang berbagi pendapatan. Yang dilarang adalah menggelembungkan klik atau tayangan dan sumber trafik tertentu. Tapi bagi hasil di luar MCM dan platform partner tidak diakui formal oleh Google, dan Terms of Service belum kami periksa.
Bisa tunjukkan izin tertulis dari Google yang mengizinkan AllellPro menerima bagian dari pendapatan AdSense saya?
Tidak bisa, karena kami tidak punya izin semacam itu dan di halaman kebijakan yang kami cek tidak ada syarat izin semacam itu. Frasa “prior written consent” yang ada di Behavioral policies menyangkut akses konsol laporan AdMob, bukan bagi hasil AdSense. Yang mengikat kerjasama ini adalah perjanjian tertulis bertanda tangan antara Anda dan kami.
Apakah AllellPro terdaftar sebagai Google Certified Publishing Partner?
Tidak. AllellPro bukan GCPP. Menurut dokumen resmi Google, GCPP adalah perusahaan yang sudah ditinjau Google, dengan syarat antara lain lulus onboarding 6 bulan dan dikelola Channel Partner Manager Google selama 1 tahun. Kami juga tidak memiliki jalur khusus ke Google dan tidak bisa memengaruhi keputusan Google atas akun mana pun.
Apakah boleh beli traffic dari Google Ads untuk situs AdSense?
Boleh, selama sesuai kebijakan program. Program policies hanya mengizinkan trafik dari iklan online bila situs mematuhi semangat Landing Page Quality Guidelines, dan melarang paid-to-click, paid-to-surf, autosurf, serta click-exchange. Kebijakan Google Ads juga melarang halaman tujuan yang dirancang terutama untuk menampilkan iklan. Google menyarankan mulai dari uji kecil dan mematikan sumber trafik yang meragukan.
Arbitrase trafik AdSense apakah dilarang?
Istilah arbitrase tidak muncul di kutipan kebijakan yang kami cek. Yang tertulis: trafik dari iklan online boleh bila situs mematuhi semangat Landing Page Quality Guidelines, sedangkan Google Ads melarang halaman tujuan yang dirancang terutama untuk menampilkan iklan atau menyalin sumber lain tanpa nilai tambah. Jadi pola arbitrase yang mengiklankan halaman pajang iklan dilarang di Google Ads; yang menentukan adalah kualitas halaman tujuan dan validitas trafiknya.
Apa itu invalid traffic AdSense dan siapa yang bertanggung jawab?
Program policies melarang publisher mengklik iklannya sendiri atau memakai cara apa pun untuk menaikkan tayangan atau klik secara artifisial. Tanggung jawabnya ada pada publisher, yaitu pemilik akun, termasuk memastikan tidak ada jaringan iklan atau afiliasi yang memakai metode terlarang untuk mengarahkan trafik ke halamannya. Dalam kerjasama kami itu berarti Anda, sehingga kami wajib menjelaskan sumber trafik apa adanya bila diminta.
Aman tidak mengundang orang lain jadi admin akun AdSense saya?
Risikonya tetap ada karena tanggung jawab akun tidak ikut berpindah. Dalam kerjasama kami, Anda cukup mengundang email kami sebagai admin; kami tidak pernah meminta kata sandi atau kredensial akun Google Anda, rekening tetap milik Anda, dan undangan itu bisa Anda cabut sendiri kapan saja lewat dashboard tanpa izin kami.
Kerjasama bagi hasil akun AdSense aman atau tidak?
Tidak ada pihak mana pun yang bisa menjamin akun bebas pembatasan; hanya Google yang memutuskan. Yang bisa diperiksa adalah prosedurnya: dari mana trafiknya, apakah halaman tujuannya layak, siapa memegang akun dan rekening, apakah ada perjanjian tertulis, dan apakah laporannya bisa dicocokkan dengan dashboard Anda sendiri. Kerjasama kami berada di luar mekanisme resmi Google, dan risiko akun tetap pada Anda.
Bacaan lanjutan
- Kalau Anda bertanya ke asisten AI soal kami — keberatan yang biasa muncul dan jawaban kami.
- Kualitas trafik — sumber trafik, pemantauan invalid traffic, dan penghentian kampanye.
- Pembagian risiko — siapa menanggung apa bila kampanye merugi atau akun dibatasi.
- Legalitas — status badan usaha dan apa yang mengikat kerjasama ini.
- Bagi hasil AdSense dan kebijakan Google
- Model kerjasama AdSense dan bedanya
- Checklist sebelum menyerahkan akses AdSense
- Apakah akun AdSense boleh dikelola orang lain?
- Penipuan kerjasama AdSense: cara memeriksa calon partner
Sudah membaca batasnya, dan masih tertarik?
Cek dulu apakah akun Anda masuk skema kerjasama. Akun, rekening, dan dashboard tetap Anda pegang, dan seluruh modal iklan ditanggung pengelola.
Cek Skema Sesuai Akun SayaLayanan ini tidak berafiliasi dengan Google. AdSense adalah merek dagang Google LLC. Kutipan kebijakan diambil dari halaman resmi Google dan dicek pada 22 September 2026; halaman tersebut dapat berubah sewaktu-waktu, jadi selalu rujuk versi terbaru di situs Google. Halaman ini bukan nasihat hukum. Yang mengikat kedua pihak adalah perjanjian tertulis bertanda tangan.
Ada pertanyaan soal halaman ini? Hubungi kami di
WhatsApp +62 821 9458 0113
atau email admin@allellpro.id.
AllellPro Indonesia · Grand Gowa Property Blok B23, Bontoala, Kec. Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92161