Kebijakan Privasi untuk AdSense: Isi yang Wajib Ada, dan Cara Membuatnya
Jawaban langsung: Empat hal yang tidak boleh hilang: Google dan vendor lain memasang cookie untuk memilih iklan yang tampil di situs ini; cookie itu membuat iklannya menyesuaikan kunjungan sebelumnya; pembaca bisa menolaknya lewat setelan iklan Google, lengkap dengan tautannya; dan siapa pengelola situsnya berikut cara menghubunginya. Sisanya tambahan.
Ringkasan cepat
- Yang dinilai bukan adanya halaman berjudul Kebijakan Privasi, melainkan apakah isinya benar-benar menerangkan pemakaian cookie untuk iklan.
- Salinan templat kerap masih menyebut nama pemilik lamanya, dan templat umum biasanya justru tidak memuat bagian iklannya.
- Tautannya harus di footer agar ikut muncul di semua halaman; kalau tidak bisa ditemukan pembaca, sama saja belum ada.
Kenapa halaman ini diminta
Saat iklan AdSense tayang, bukan hanya situs Anda yang berinteraksi dengan pembaca. Google dan pihak ketiga lain dapat menaruh dan membaca cookie di peramban pembaca untuk menentukan iklan apa yang ditampilkan. Pembaca berhak tahu itu, dan kebijakan program AdSense mewajibkan penerbit memberitahukannya.
Jadi yang dinilai bukan keberadaan halaman berjudul “Kebijakan Privasi”, melainkan apakah halaman itu menjelaskan penggunaan cookie dan data untuk iklan. Halaman yang cuma berisi janji umum “kami menghargai privasi Anda” tidak menjawab kewajiban itu.
Empat isi yang harus ada
- Penggunaan cookie oleh pihak ketiga. Nyatakan bahwa vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan di situs Anda.
- Iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya. Jelaskan bahwa cookie iklan memungkinkan Google dan mitranya menampilkan iklan berdasarkan kunjungan pembaca ke situs Anda atau situs lain di internet.
- Cara menolak. Beri tahu pembaca bahwa mereka dapat menonaktifkan iklan yang dipersonalisasi melalui setelan iklan Google, dan sertakan tautannya.
- Siapa pengelolanya. Nama situs atau pengelola, dan cara menghubungi. Kebijakan tanpa pihak yang bertanggung jawab tidak berarti banyak.
Kalau situs Anda juga memakai alat lain yang mengumpulkan data — statistik pengunjung, formulir kontak, komentar — sebutkan juga. Pembaca berhak tahu semuanya, bukan hanya bagian iklan.
| Yang harus dinyatakan | Isinya |
|---|---|
| Penggunaan cookie oleh pihak ketiga | Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan di situs Anda |
| Iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya | Cookie iklan memungkinkan Google dan mitranya menampilkan iklan berdasarkan kunjungan pembaca ke situs Anda atau situs lain di internet |
| Cara menolak | Pembaca dapat menonaktifkan iklan yang dipersonalisasi lewat setelan iklan Google, beserta tautannya |
| Siapa pengelolanya | Nama situs atau pengelola, dan cara menghubungi. Kebijakan tanpa pihak yang bertanggung jawab tidak menjawab kewajibannya |
Kerangka yang bisa Anda pakai
Susunan di bawah ini bukan naskah hukum siap pakai, melainkan kerangka supaya tidak ada bagian penting yang terlewat. Isi tiap bagian dengan keadaan situs Anda yang sebenarnya.
- Siapa kami. Nama situs, pengelola, dan cara menghubungi.
- Data apa yang terkumpul. Misalnya alamat IP dan jenis peramban lewat statistik pengunjung, serta nama dan email kalau ada formulir kontak atau kolom komentar.
- Cookie dan iklan pihak ketiga. Bagian yang wajib ada untuk AdSense — lihat empat isi di atas.
- Pilihan pembaca. Cara menolak iklan yang dipersonalisasi lewat setelan iklan Google, dan cara menghapus cookie di peramban masing-masing.
- Layanan lain yang dipakai. Statistik pengunjung, penyedia hosting, atau layanan surel kalau ada.
- Perubahan kebijakan. Satu kalimat bahwa isinya bisa diperbarui, disertai tanggal pembaruan terakhir.
Bagian ketiga yang paling sering asal tempel. Isinya kira-kira begini, dan silakan sesuaikan kalimatnya:
Tulis dalam bahasa yang dipakai pembaca situs Anda, dan cantumkan tautan ke halaman setelan iklan Google supaya pembaca benar-benar bisa memakainya.
Bedanya dengan Disclaimer dan Syarat & Ketentuan
Tiga halaman ini sering dianggap sama dan akhirnya ditulis tumpang tindih. Isinya berbeda:
- Kebijakan Privasi menjawab: data apa yang Anda kumpulkan dari pembaca, dan apa yang terjadi padanya. Inilah yang diminta AdSense.
- Disclaimer membatasi tanggung jawab atas isi tulisan. Penting kalau situs membahas kesehatan, hukum, atau keuangan.
- Syarat & Ketentuan mengatur aturan pemakaian situs: hak cipta isi, aturan berkomentar, dan sejenisnya. Tidak diwajibkan untuk blog biasa.
Kalau harus memilih satu untuk dikerjakan lebih dulu, kerjakan Kebijakan Privasi. Dua lainnya menambah kesan situs dikelola serius, tapi hanya yang pertama yang menjadi bagian dari perjanjian program AdSense.
Soal templat dan generator
Memakai templat atau generator kebijakan privasi itu wajar. Yang membuatnya bermasalah adalah memakainya tanpa dibaca:
- Nama situs lain tertinggal. Templat yang disalin dari situs orang lain masih menyebut nama atau email pemilik aslinya.
- Isinya tidak cocok dengan situsnya. Menyebut toko, keranjang belanja, atau pendaftaran akun di blog yang tidak punya fitur itu.
- Bagian iklan tidak ada. Banyak templat umum dibuat untuk situs tanpa iklan, sehingga justru empat isi di atas yang hilang.
Di mana menaruhnya
Halaman yang ada tapi tidak bisa ditemukan sama saja dengan tidak ada. Taruh tautannya di footer supaya muncul di setiap halaman, bersama halaman Tentang dan Kontak. Pastikan halamannya bisa dibuka tanpa login dan tidak diblokir dari perayap. Kelengkapan halaman lain yang juga dinilai dibahas di syarat diterima Google AdSense.
Kalau ada pembaca dari Eropa
Untuk pembaca di Wilayah Ekonomi Eropa, Inggris, dan Swiss, Google mensyaratkan lebih dari sekadar pemberitahuan: pembaca harus diberi pilihan persetujuan sebelum cookie iklan dipakai, lewat platform pengelola persetujuan yang disertifikasi Google. AdSense menyediakan fitur pesan persetujuan sendiri di menu Privasi & pesan.
Situs berbahasa Indonesia biasanya hanya punya sedikit pembaca dari wilayah itu, tapi bukan nol. Periksa laporan Negara di akun Anda, dan kalau ada, aktifkan pesan persetujuannya daripada membiarkan iklan untuk pembaca itu dibatasi.
Memeriksa halaman Anda sendiri
Lima pemeriksaan, masing-masing sekitar setengah menit:
- Buka dari jendela penyamaran. Halaman harus bisa dibuka tanpa login dan tanpa pesan galat.
- Cari kata “cookie” di halaman itu. Kalau tidak ada sama sekali, isinya hampir pasti belum cukup.
- Cari nama situs lain. Templat yang disalin sering meninggalkan nama pemilik aslinya.
- Cek tautannya ada di footer dan muncul di semua halaman, bukan cuma di beranda.
- Baca sekali sebagai pembaca baru. Kalau Anda tidak bisa menjawab “bagaimana saya menolak iklan yang dipersonalisasi?” dari halaman itu, tambahkan bagian itu.
Di Blogger, halaman ini dibuat lewat menu Laman, lalu tautannya ditambahkan ke gadget di footer. Di WordPress, buat Laman baru lalu masukkan ke menu footer. Keduanya pekerjaan beberapa menit, dan ketiadaannya termasuk penyebab penolakan yang paling mudah dihindari — lihat kenapa AdSense ditolak.
Yang tidak perlu dipaksakan
- Panjang. Kebijakan yang pendek tapi jujur dan lengkap lebih baik daripada lima halaman bahasa hukum yang disalin.
- Bahasa Inggris. Tulis dalam bahasa yang dipakai pembaca situs Anda.
- Pengacara. Untuk blog pribadi umumnya tidak diperlukan. Situs yang mengumpulkan data sensitif atau menjual produk adalah cerita lain.
Batas yang jujur
Halaman ini menjelaskan isi yang umum diminta untuk situs yang menayangkan AdSense, bukan nasihat hukum. Ketentuan privasi berbeda antar-negara dan terus berubah, dan kewajiban Anda bisa lebih luas kalau situs mengumpulkan data lain. Rujukan yang mengikat tetap kebijakan program AdSense dan ketentuan privasi Google yang berlaku saat Anda membacanya.
Bacaan lanjutan
Layanan ini tidak berafiliasi dengan Google. AdSense adalah merek dagang Google LLC. Nama menu, ketentuan program, dan tampilan akun dapat berubah sewaktu-waktu — selalu ikuti keterangan yang tampil di akun Anda dan pusat bantuan resmi AdSense.