Dasar AdSense Diperbarui 20 September 2026 Oleh Arfan Putera S · 9 menit baca

Blogger atau WordPress untuk AdSense? Perbandingan dari Sisi yang Menentukan

Pertanyaan ini sering dijawab seolah salah satu platform lebih disukai AdSense. Tidak ada yang lebih disukai. Peninjau menilai isi dan kelengkapan situs, bukan mesin di belakangnya. Yang benar-benar berbeda adalah biaya, kendali, dan jenis masalah yang akan Anda hadapi setelah diterima.

Empat poin memilih Blogger atau WordPress untuk AdSense: peninjau tidak peduli platform, Blogger murah tapi terbatas, WordPress bebas tapi repot, pilih yang sanggup dirawat
Baris terakhir yang menentukan: situs yang ditinggalkan kalah dari keduanya.

Mitos soal peluang diterima

Dua cerita yang sering beredar saling bertentangan: “Blogger lebih mudah diterima karena milik Google” dan “WordPress lebih mudah diterima karena terlihat profesional”. Keduanya tidak benar.

Situs Blogger yang isinya tipis tetap ditolak. Situs WordPress dengan tema mahal tapi artikel contoh bawaan masih tertinggal juga ditolak. Yang dinilai sama untuk keduanya, dan dibahas di syarat diterima Google AdSense.

Blogger: kelebihan dan batasnya

Perbandingan Blogger dan WordPress untuk AdSense dari sisi biaya, kendali tampilan, risiko rusak, dan kecocokan
Tidak ada kolom yang lebih disukai AdSense.

WordPress: kelebihan dan batasnya

Yang dimaksud di sini WordPress yang dipasang di hosting sendiri.

Jangan tertukar: WordPress.com

WordPress.com adalah layanan hosting yang memakai WordPress, berbeda dengan WordPress yang Anda pasang di hosting sendiri. Di paket gratisnya Anda umumnya tidak bisa memasang kode AdSense sendiri; pemasangan iklan pihak ketiga baru terbuka di paket berbayar tertentu. Periksa ketentuan paket yang berlaku sebelum memilih, supaya tidak menulis puluhan artikel di tempat yang ternyata tidak bisa dipasangi iklan.

Hitungan biaya setahun

Perbandingan biaya sering berhenti di “Blogger gratis, WordPress bayar”, padahal yang menentukan adalah biaya sebelum ada penghasilan. Angka di bawah ini kisaran umum di Indonesia dan berubah-ubah antar-penyedia — pakai sebagai gambaran, bukan patokan.

Selisihnya terasa justru di tahun pertama, saat penghasilan masih nol dan tagihan hosting tetap datang. Karena itu pertanyaannya bukan “mana yang lebih murah”, tapi “berapa lama saya sanggup membayar sebelum situs ini menghasilkan?” Situs yang ditinggalkan karena hostingnya berat di ongkos tidak menghasilkan apa pun, di platform mana pun.

Bedanya saat memasang iklan

Setelah diterima, perbedaannya baru benar-benar terasa. Keduanya sama-sama bisa memasang Auto Ads maupun unit manual, tapi jebakannya berbeda.

Untuk mengatur posisi iklan di tengah artikel, WordPress lebih leluasa; di Blogger penempatannya lebih terbatas dan sering menuntut mengedit template. Langkah lengkap keduanya ada di cara pasang iklan AdSense di blog.

Kecepatan dan perawatan

Dua hal ini sering dilewatkan saat memilih, padahal keduanya yang menentukan situs Anda awet atau tidak.

Aturan praktisnya: pilih platform yang beban perawatannya sanggup Anda tanggung di bulan kesepuluh, bukan di minggu pertama saat semangat masih penuh.

Cara memilih

Jawab tiga pertanyaan ini dengan jujur:

Untuk kebanyakan orang yang baru mulai, jawaban paling aman: platform yang membuat Anda terus menulis. Situs Blogger yang diisi rutin selama setahun hampir selalu mengalahkan situs WordPress yang ditinggal setelah tiga bulan karena repot dirawat.

Kalau nanti ingin pindah

Pindah dari Blogger ke WordPress bisa dilakukan, tapi ada harganya: alamat artikel berubah, pengalihan harus dipasang satu per satu, dan peringkat pencarian biasanya goyah beberapa minggu. Karena itu pakai domain sendiri sejak awal, apa pun platformnya. Domain yang sama bisa dibawa ke platform mana pun, dan situs Anda di akun AdSense tetap situs yang sama.

Batas yang jujur

Fitur dan ketentuan Blogger, WordPress, dan WordPress.com berubah dari waktu ke waktu. Perbandingan ini soal pertimbangan, bukan daftar fitur terbaru — periksa keterangan resmi masing-masing layanan sebelum memutuskan.

Bacaan lanjutan

← Kembali ke daftar artikel

Layanan ini tidak berafiliasi dengan Google. AdSense adalah merek dagang Google LLC. Nama menu, ketentuan program, dan tampilan akun dapat berubah sewaktu-waktu — selalu ikuti keterangan yang tampil di akun Anda dan pusat bantuan resmi AdSense.